About Me

My photo
An Health, Safety, and Environment (HSE) Specialist from Environmental Engineering Dept. of Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia. Have work experiences for almost 8 years as HSE in varoius company, UPC Renewables Indonesia (Wind Farm), Leighton Contractors Indonesia (Contractors of building, cilvil, and mining), Dynapack Asia (manufacture, food industry). Happy to share the updates or information related to HSE issue, and awareness

Tuesday, October 30, 2018

BPJS atau KS ?

Kalian mungkin sudah kenal dengan BPJS ? Yap, ini merupakan program pemerintah untuk pemerataan kesehatan, dimana baik yang mampu atau tidak mampu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama. Setiap orang wajib terdaftar sebagai peserta BPJS. Saya pun termasuk salah satu peserta BPJS, walau tidak perlu buat keanggotaan baru, karena sebelumnya sudah mempunyai kartu Askes.

Kalian mungkin sudah terbiasa juga untuk datang subuh-subuh hanya untuk mengambil nomor antrian. Tidak bisa dipungkiri, masyarakat cenderung menggunakan BPJS untuk berobat karena tidak memerlukan biaya ini itu, hanya saja perlu usaha lebih agar bisa dilayani lebih pagi diantara ratusan pasien lainnya. Meskipun banyak berita bahwa BPJS defisit, atau beberapa diagnosa dan obat ada yang tidak dilayani BPJS, sampai sekarang BPJS tetap menjadi primadona, khususnya di Ibukota Jakarta.

Di tempat tinggal saya, Bekasi, ada program kesehatan sendiri dari walikota bekasi, yaitu KS yang merupakan singkatan dari Kartu Sehat. Dari namanya cukup familiar ya... karena di Jakarta sudah ada program seperti ini lebih dulu, yaitu KIS atau Kartu Indonesia Sehat. Walaupun namanya berbeda-beda tetap tujuan pemerintah sama, yaitu pemerataan kesehatan.

Pengalaman saya menggunakan KS tampaknya lebih memuaskan dibandingkan dengan BPJS, walaupun bukan pengalaman secara langsung karena ayah saya yang mengalaminya, saya hanya menemani, hehe. Pertama, ayah saya tidak perlu ke faskes pertama untuk berobat, sehingga ayah saya bisa langsung memilih ke rumah sakit yang dituju. Kedua, dalam satu hari ayah saya bisa mendapatkan beberapa tindakan, seperti konsultasi, cek darah, rontgen, tanpa harus mengambil antrian lagi keesokan hari untuk satu tindakan tertentu. Dari segi kelengkapan adiministrasi juga KS lebih mudah karena hanya melampirkan fotocopy KS, KTP dan KK. Tidak perlu rujukan dari faskes pertama. Lebih efisien dan praktis pastinya.

Namun, berdasarkan pengalaman saya, saya tidak bisa naik kelas saat rawat inap karena menggunakan KS. Berbeda dengan BPJS yang bisa upgrade ke kelas 1 jika kelas tersedia. Well... tapi tidak menjadi masalah selama pelayanan masih memuaskan seperti hari ini, dimana saya menemani ayah saya yang masih berbaring di rumah sakit setelah kemarin operasi Hernia Umbilikus dengan menggunakan KS.

Wish you have speed recovery My Dad !! :)

No comments:

Post a Comment