About Me

My photo
An Health, Safety, and Environment (HSE) Specialist from Environmental Engineering Dept. of Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia. Have work experiences for almost 8 years as HSE in varoius company, UPC Renewables Indonesia (Wind Farm), Leighton Contractors Indonesia (Contractors of building, cilvil, and mining), Dynapack Asia (manufacture, food industry). Happy to share the updates or information related to HSE issue, and awareness

Monday, August 30, 2010

Mitos Parfum

Hari ini, kamar saya berantakan sekali. Tumpukan buku-buku dan kertas-kertas berserakan di meja dan samping kasur. Selain itu, daerah tempat aksesoris dan make-up juga berantakan. Ada sesuatu yang rasanya ingin saya buang tapi masih tidak tega untuk dilakukan ketika membersihkan daerah di sana. Dia adalah parfum-parfum saya. Parfum-parfum bekas saya lebih tepatnya.

Saya jadi ingat, kalimat dari kakak saya beberapa waktu lalu, mengenai kebiasaan saya yang suka ganti-ganti parfum,

"Parfum itu ibarat pasangan kita lho, kalo kita suka gonta-ganti parfum berarti kita suka gonta-ganti pasangan juga."

Saat itu, saya berpikir,

"Ah,paling cuma guyonan belaka, saya kan punya pacar sekarang"

FYI : Kakak saya memang 'setia' pengguna Parfum White Musk (Oriflame) dan ternyata memang terbukti masih 'awet' dengan pacarnya yang sudah hampir 5 tahun berpacaran.


Namun, melihat kondisi saya yang sekarang jomblo dan mempunyai beberapa parfum bekas, saya jadi berpikir lagi,

'Jangan-jangan kata kakak gw bener lagi ya ??"

Saya melihat ke arah parfum-parfum tersebut, tidak ada benang merah dari ke semua bau parfum tersebut, tapi semua prafum tersebut memiliki bau khasnya sendiri-sendiri.

1. Parfum DKNY












2. Parfum Cassis Rose (Body Shop)
3. Parfum Aqua Lily Eau De Toilette (Body Shop)


4. Parfum Voyage-Voyage (Oriflame)


Dan terakhir yang saya pakai sekarang dan akan mencoba 'setia' adalah





Semoga kelak saya mendapatkan pasangan yang setia juga deh.



Kamu

Kamu yang buat aku senang
Kamu juga yang buat aku bersedih

Kamu yang buat aku tertawa
Kamu juga yang buat aku menangis

Kamu yang membuat aku merasa cantik
Kamu juga yang membuat aku merasa paling jelek

Kamu yang telah melukai hatiku
Kamu juga yang membuat hatiku berdebar-debar

tapi,

Terima kasih untuk kamu,

Karena kamulah yang membuat aku menjadi seseorang yang tegar untuk memaknai hidup ini menjadi lebih bijaksana

Saturday, August 28, 2010

My Memorable Things at Limau

Sebulan yang lalu, saya berada di suatu Kota Kecil bernama Limau di Prabumulih, Palembang, Sumatera Selatan untuk melaksanakan Kerja Praktek. Kini, saya berada di depan Laptop sambil mengerjakan revisi draft Laporan Kerja Praktek saya selama di sana yang tidak kelar-kelar. Huhuhu.  Lalu, saya jadi kangen dengan . . . . 
  1. Mess Patradharma. Mess yang selalu sepi kalo weekend karena penghuni di Limau pasti pada jalan-jalan ke Palembang yang hanya memerlukan waktu sekitar dua jam. Saya kangen sarapan di sana, dari mulai nasi goreng, nasi uduk, roti, mie goreng, bihun goreng. Menu favorit saya adalah bihun goreng karena rasanya pas di lidah saya sehingga saya biasanya mengambil porsi lebih dari biasanya. Saya kangen dengan kebiasaan saya nonton tv kabel di sana, kamar ber-AC yang sangat dingin (kaya di hotel), tapi tidak dengan air di sana yang sangat kotor sehingga membuat saya alergi kulit :(
  2. Komplek Pertamina. Komplek perumahan yang didiami dari tingkat bos sampai staff. Dari bentuk bangunan yang masih kayu sampai batu bata. Dari ukuran rumah yang kecil sampai yang besar. Rumah yang besar tentu rumah GM. Hehe. Komplek perumahan yang termasuk sepi dan banyak dilewati mobil jenis light truck.
  3. Lingkungan Komplek. Saya kangen dengan udara panas dan terik matahari di Limau yang berhasil membuat saya menghitam. Saya kangen melihat langit biru disana yang jarang saya temui di Jakarta. Saya kangen melihat pemandangan hijau di lapangan golf yang saya kunjungi beberapa kali sembari lari sore.
  4. Kantor Limau. Kantor yang sederhana seperti puskesmas, tapi padat isinya sampai kita mengerjakan laporan di Ruang Kepala HSE sambil internetan. Suasana kantor yang ramai di pagi hari karena mereka biasa rapat dari jam 7 hingga jam 8 atau 9 dan lenggang di siang hari karena mereka pada bertugas ke lapangan. Kantor Limau dengan mushola yang berbentuk seperti panggung yang nyaman buat nongkrong dan tidur siang. Maaf pak, saya tidak pernah datang jam 7. Hehe
  5. Kantor HSE. Kantor kecil di samping jalan utama, yang suka mati lampu di siang hari karena lagi masak nasi, maklum kita di sana makan dari rantang. Kantor HSE yang kadang ada sinyal kadang tidak.
  6. Makanan.  Saya kangen dengan makanan di Limau yang mayoritas ikan. Pernah juga menu berhari-hari yaitu tempe kering sampai saya bosen. Namun saya tidak pernah bosen dengan mpe-mpe. Walaupun belum semua jenis dan bentuk mpe-mpe saya eksplor tapi saya sudah pernah mencoba jenis yang aneh. Saya kangen dengan katering makanan tiap malam dari Rumah Intan sampai weekend dimana kantin semua tutup dan kami kesulitan mencari makan, kami tetap memesan makanan dari Rumah Intan. Ternyata, anak dari pemilik Rumah Intan adalah teman prista. Cieee, prista. Hihihi.
  7. Yoyo dan Bobon. Kucing terlantar yang akhirnya saya dan prista pelihara. Mereka adalah kucing kecil hitam dan kurus. Sedihnya, Bobon mati setelah beberapa hari tinggal di mess kami. Entah makanan yang tidak cocok, atau lainnya. Saya sedih, karena saya melihat detik-detik Bobon mau mati dimana hanya duduk lunglai lemas tidak mau makan dan besoknya kami melihat dia tergeletak kaku di depan pintu mess. Akhirnya kami dibantu penjaga mess mengubur Bobon di belakang mess. Yoyo, apa kabarnya ya? Kami menitipkan di mess Pak Duto karena di sana mereka juga memelihara kucing. Namanya Meng dan Ceng. Kami tidak khawatir karena Meng dan Ceng di kasih makanan whiskas dan berharap Yoyo juga dikasih seperti itu. Semoga suatu saat, Yoyo menjadi kucing yang sehat.
  8. Palembang. Woow, saya kangen melihat besarnya Sungai Musi dengan Jembatan Ampera yang membentang. Saya kangen jalan-jalan ke Palembang Indah Mall dan menonton bioskop 3D. Tidak lupa, jalan-jalan ke Pulau Kemaro, shalat di Masjid terbesar di sana, lihat-lihat museum, bahkan naik angkot di sana.
  9. Orang-orang di Limau. Hal yang membuat saya nyaman di Prabumulih adalah keramah-tamahan orang-orang di sana, dari orang-orang di mess sampai orang-orang di kantor. Mereka sederhana dan apa adanya.
  10. Terakhir, Saya kangen dengan Kerja Praktek di PT. Pertamina EP Unit Bisnis Limau. Terimakasih kepada prista, sahabat saya yang mengajak saya berpetualang di sana. Pertama kalinya saya pergi sejauh itu tanpa orang tua. Di luar pulau Jawa pula. Walau jarak dengan pesawat hanya sejam, tapi saya kangen dengan kultur di sana. Kerja Praktek yang tidak begitu disiplin massalah waktu, pakaian (asalkan berkerah) tapi banyak nilai moral yang saya dapatkan : keserdehanaan, keramah-tamahan, kekeluargaan dan kebersamaan.  Terimakasih kepada semua pihak atas pembelajarannya, terutama pembimbing KP saya, Pak Leksmana yang terlah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berdiskusi dan menemani kita selama di sana.
@ Mess Patradharma

Bersama Pembimbing kita, Pak Leks

@ Kantor HSE

@ Jembatan Ampera

@ Mushola Kantor

Bersama teman KP, Prista

Bersama Yoyo

Friday, August 27, 2010

Peluang Karir

Suatu ketika, dosen saya bercerita tentang peluang karir di bidang Teknik Lingkungan. Secara garis besar hanya ada 3, yaitu :

  1. Bohir (Pemilik Proyekan)
  2. Konsultan
  3. Kontraktor
Ketiga peluang tersebut berbanding terbalik antara posisi dan pendapatan. Bohir memiliki posisi paling atas tetapi pendapatan yang diperoleh paling kecil. Sedangkan Kontraktor memiliki posisi paling bawah tetapi pendapatannya paling besar.

Lalu saya berpikir, kalo saya mau jadi Bohir dengan gaji seperti kontraktor gimana ya??

Namun, saya menyadari bidang yang saya pilih termasuk pekerjaan lapangan. Jadi saya harus menimba ilmu di sana dulu, setelah itu baru bisa kerja di belakang meja :)


Wednesday, August 25, 2010

Ini Jawabannya

Senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan geng TPB saya. Mereka adalah Casa, Rima, Hanum, dan Tedi. Sayangnya, Ossy dan Barnes tidak bisa ikut karena masih Kerja Praktek di Kep. Mentawai. Sedangkan, Pandu masih ada urusan lain. Yah, meskipun tidak semuanya kumpul, tapi cukup bisa melepas kangen satu sama lain.

Kami cerita satu sama lain, cerita masa-masa Kerja Praktek kita yang berbeda-beda tempat. Bahkan kita berencana akan kumpul lagi minggu depan untuk buka puasa dan sahur bareng di Rumah Hanum. Semoga terlaksana ya. Amin.

Namun, ada pertanyaan yang menggelitik saya saat itu.

"Lo kenapa putus Din ??"
"Heu, kenapa ya"

Yah, memang tidak menjawab pertanyaan. Untungnya, pertanyaan itu hanya angin lalu. Jadi tidak dibahas lagi. Mungkin mereka tahu hal itu sensitif untuk dibicarakan atau mereka tahu saya memang bukan orang yang  mudah menceritakan masalah seperti itu.

Kalau ditanya kenapa putus, sejujurnya saya juga bingung. Kami putus bukan karena pihak ke-tiga, ada yang selingkuh atau orang tua tidak setuju. Kami putus baik-baik. Saya bisa katakan seperti itu karena beberapa kali, saya jadi kembali HTS (Hubungan Tanpa Status) dengan dia. Bahkan setelah putus pun, dia pernah mengutarakan perasaanya. Bukan bermaksud balikan, tapi hanya menyatakan bahwa dia masih sayang dan kangen.

Saya yang memutuskan hubungan ini. Awalnya mungkin hanya salah paham. Namun, entah kenapa, saat itu, belum bisa terima keadaan. Sikap dia yang meninggalkan saya di suatu rumah makan menurut saya tidak etis. Meskipun itu hanya bercanda, atau sekedar nantangin tapi saya benar-benar kecewa saat itu.

Untungnya, kejadian itu terjadi, kalau tidak saya tidak tahu perasaan dia bagaimana sebenarnya. Saat di telpon-untuk putus dengannya-dia cerita keluh kesah selama berpacaran dengan saya. Dia juga mengutarakan sifat saya yang masih childish, dsbMungkin ini yang namanya kurang komunikasi, salah satu dari kita tidak jujur pada pasangannya sendiri. Sehingga masalah itu menumpuk, dan tidak dapat ditampung lagi. Ibarat gelas yang diisi dengan air tanpa diminum akhirnya akan meluap. Dari sini saya belajar pentingnya berkomunikasi.

Saya tidak menyalahkan dia. Saya pun di sini juga salah. Namun dari sini saya bisa mengambil hikmahnya bahwa komunikasi dalam suatu hubungan itu penting. Dan seiring waktu, saya yakin dapat seutuhnya melupakan dia dan kenangannya.


Satu lagi, mungkin kalo ada yang bertanya lagi kenapa kita putus, jawabannya dapat di lihat dari cerita diatas. Kompleks ya memang, karena memang tidak ada alasan yang jelas.

Tuesday, August 24, 2010

She is My Bestfriend

Di Teknik Lingkungan ITB, aku mempunyai seorang teman baik. Teman yang sangat baik. Teman yang paling baik dari teman-teman terbaikku.

Dia adalah Prismita Nursetyowati.


  • Baik
  • Lucu
  • Polos
  • Kreatif
  • Pintar
  • Cuek
  • Labil
  • Semangat



Terimakasih Prista / Pristut / Mimi yang selalu setia mendengarkan ceritaku dari yang penting hingga yang paling ngga penting. Semoga pershabatan terus selamanya ya. Amin

Aku (Takut) Sendiri

"Kalau udah kuliah, apalagi tingkat atas udah individualis"
"Iya ya?"

(pembicaraan dua orang saat masih tingkat dasar, TPB)

"Tuh liat, yang masih jalan bergerombolan, pasti masih TPB atau tingkat 2 lah"
"Oh ya"

(pembicaraan dua orang yang sudah tingkat atas, saat berjalan melewati CC)

"Si A kemana?"
"Lagi ketemu si B"
"Kalo si C?"
"Biasa lagi macar"
"Si D ga jadi kesini?"
"Nyusul katanya, ada urusan sebentar"

(pembicaraan dua orang yang sedang makan berdua di kantin)

Setiap orang dengan segala problematikanya mempunyai kepentingan dan tujuan hidup yang beragam. Hal ini yang aku rasakan sekarang setelah mendapat predikat Mahasiswa Tingkat 4. Entah kenapa, aku tidak bisa seperti dulu lagi yang 'ikutin' orang. Aku juga punya kepentingan dan tujuan hidup sendiri.

Masih ingat saat di Tingkat 2, aku punya teman bermain yang banyak, ada segerombolan. Kemana-mana selalu barengan, ke kantin, ke kelas, ataupun jalan-jalan. Bahkan pernah janjian baju yang sama waktu kuliah. 

*Ih jadi kangen deh*

Ada si Arin yang ceplas-ceplos. Umi yang tegas. Desi yang lucu. Prista yang polos. Junet yang labil. Cae yang sexy. Colin yang Kalem. Kita semua satu jurusan dengan latar belakang berbeda dan orang-orang bahkan pernah menyebut kita GENG GEJE. Emang kita suka geje ya?

Tapi sekarang, kita tidak bisa seperti itu, bersama-sama setiap saat. Wajar sih, di Tingkat 3 dan Tingkat 4 kita sudah diharuskan ambil mata kuliah pilihan. Oke, waktu Tingkat 3 pilihan yang aku ambil mah 'ikut-ikutan' saja, tapi Tingkat 4 pilihan yang aku ambil, murni karena keinginanku sendiri. Begitu pula dengan pemikiran ke tujuh teman ku yang lain.

Dan beginilah sekarang, kita hanya sering ketemu di kelas mata kuliah wajib. Mungkin beberapa ketemu di kelas mata kuliah pilihan. Momen-momen saat Tingkat 2 dulu sudah jarang banget. Mungkin hanya sekali atau dua kali. Keadaan sekarang yang ada paling seperti ini, aku dan Colin ke Tempat A. Arin dan Umi lagi di Tempat B. Desi dan Prista yang lagi ke Tempat C, atau Junet dan Cae yang asik macar. Keadaan tersebut tidak mutlak sih, tapi intinya sekarang paling hanya berdua atau bahkan sendiri.

Memang sudah seperti ini, kita sudah punya 'jalan' sendiri-sendiri. Aku sadar akan hal itu. Meskipun kita tidak bersama-sama lagi, aku yakin sebenernya kita masih saling peduli dan mendukung satu sama lain.

Aku menulis ini hanya, 

Aku takut sendiri

Sanguinis atau Plegmatis ?

Dari hasil baca blog-blog orang, saya tertarik baca bagian ciri-ciri kepbribadian tipe sanguinis dan plegmatis. Mari kita lihat :


Tipe Sanguin
Tipe Sanguin adalah tipe yang paling terbuka diantara semua tipe perangai. Bahkan tipe ini dapat disebut super terbuka. Orang Sanguin adalah orang yang suka berbicara mudah menyesuaikan diri ramah hangat dan penuh humor dan responsive. Tipe Sanguin tidak tahan melihat orang asing didepan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya. Orang Sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang kwatir akan masa depan dan masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya. Orang Sanguin biasanya bukan pemikir berat, mereka menafsirkan kejadian –kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan itu atau tindakan mereka. Perasaan mereka mempunyai peranan yang sangat dominan didalam segala sesuatu, sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan-keputusan yang buruk.
Sanguin adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya.

Tipe Plegmatik
Tipe Plegmatik merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut kalem dan lambat. Mereka tidak pernah menjadi gelisah membuat malu diri mereka sendiri dengan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah mereka katakana. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka tidak akan melukai atau menyakiti orang lain. Orang plegmatik merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang Plegmatik merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan, dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka tidak mengenal mereka.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang


Isinya bener sih, tapi tidak semuanya isinya sesuai 100 %. Tau kenapa? Karena bedasarkan tes kepribadian jaman Diklat Panitia Lapangan INKM 2008 dulu, hasil tesnya menunjukkan dua kepribadian tersebut. Hasilnya tidak beda jauh kok. Hanya beda beberapa poin.

Walau tesnya belum tentu akurat tapi saya mempercayai dan menyadari kalau saya itu anaknya kadang bisa se-heboh itu, kadang bisa se-diam itu. Tergantung saya lagi behadapan dengan siapa. Mungkin itu juga dipengaruh zodiak saya kali ya, yaitu Aquarius. Ibarat sifat air yang kadang tenang kadang berombak. Hehehe (Sotoy mode : on)

Hal itu yang buat temen-temen saya yang beda karakter juga (satu pendiam dan satu biang rame), bertanya-tanya sampai tidak percaya 100 %

"Ih Dina kan anaknya alim tau, pendiam gitu"
"Hahahaha, kata siapa ??!! "

(Begitulah percakapan dari salah dua temen-temen saya)

Kalau ditanya nyaman yang mana? Saya mungkin lebih suka ke arah sangunis kali ya. Seperti kita tau, image seorang sanguinis kan rame, spontanitas tapi saya menyadari saya bisa seperti itu kalau ada pemicunya. Namun saya bersyukur menjadi orang yang plegmatis, karena saya menyadari bisa menjaga emosi.

Dua kepribadian yang dominan tersebut saya rasa dapat melengkapi satu sama lain. Misalnya sanguinis yang aslinya bisa emosian, ternyata karena adanya sifat plegmatis, saya bisa menahan emosi.

Jadi, sangunis atau plematis tidak masalah :)

Saturday, August 21, 2010

Tanya Hati (Ku)

Siang hari di Hari Sabtu dengan hujan lebat di luar sana membuat suasana hatiku jadi mellow. Jadi ingat lirik lagu yang satu ini,



Tuhan tolonglah

Hapus dia dari hatiku
Kini semua percuma
Tak kan mungkin terjadi
Kisah cinta yang selalu aku banggakan

Kau hempas semua
Masa yamng tercipta untukmu
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu

Reff:
Oh mengapa tak bisa dirimu
Yang mencintaiku tuluh dan apa adanya
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak dicinta karena ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua

Tanya hatiku

Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
Kembali ke Reff:

Waktu yang jawab semua
Tanya hatiku

(Tanya Hati - Pasto)



Ya, lagu ini telah menjadi theme song saya beberapa minggu ini. Curcol nih ceritanya, hehehe. Entah kenapa belum bisa seutuhnya berpaling, mungkin karena belum ada yang 'baru' kali ya. Tapi saya yakin dibalik semua ini, Allah punya sesuatu yang indah di sana yang terbaik untuk saya. Amin

I really miss u, VORCHIEZ !!

Sekitar 6 tahun yang lalu,
sekumpulan cewek-cewek, 11 orang yaitu :

dan terakhir, saya sendiri,


dari yang sering kumpul, gossip, hangout, ketawa, sampai sedih bareng-bareng. Akhrinya mendeklarasikan suatu nama, VORCHIEZ. Awalnya bukan nama ini, kalau tidak salah, namanya pernah B11. Hahaha. Jadi ingat, jaman SMP dulu, dimana lagi trend-nya geng-gengan. Dan saya bisa berbangga, karena saya punya geng, hehe.

Sekarang, saya kangen sekali. Hampir 6 tahun, tidak pernah kumpul  lagi. Sesekali pernah sih, diwaktu liburan atau Bulan Ramadhan seperti sekarang ini, tapi tidak pernah full-team. Menurut saya wajar sih, kita sekolah beda-beda, jadi waktu liburan juga berbeda. Ada yang di UI, ITB, Unpad, UGM, bahkan di Unand. Weeew, beragam kan.

Seperti rencana hari ini, beberapa dari kami yang tinggal di Jakarta akan buka puasa bersama. Walau jarak jakarta-bandung sekitar 2 jam, tapi tidak mungkin pulang lagi ke rumah karena minggu lalu telah long-weekend di rumah. Bisa-bisa saya dimarahin gara-gara bolak-balik jakarta-bandung. Huhuhu.

Meskipun begitu, saya sudah cukup senang, karena persahabatan kita masih berlangsung sampai sekarang. Walau mungkin tidak seakrab dulu lagi, tapi,

 I really miss u, VORCHIEZ !!

Tuesday, August 10, 2010

Indahnya Menyambut Ramadhan

Tidak terasa besok, Rabu (11/08/10), sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan. Tidak terasa juga, sudah dua tahun saya melewati bulan suci ini tanpa kakakku, Mba Dita. Tapi dari situ, saya belajar banyak hal. Belajar untuk lebih mandiri, lebih bersih, dan lebih rapi. Euforia menyambut Bulan Ramadhan di awal-awal selalu jadi kebiasaan. Rutinitas di bulan puasa ini menjadi hal-hal yang ditunggu-tunggu. Meskipun euforia ini selalu berbeda seiring dengan berjalannya waktu.

Jaman waktu SD dulu, Bulan Suci Ramadhan, selalu ditunggu-tunggu karena selama Bulan Ramadhan, siswa/i dianjurkan memakai baju muslim bebas. Maklum, SD saya termasuk SD Islam, jadi memakai baju muslim telah menjadi kebiasaan meskpun tidak tiap hari. Hanya 2-3 kali dalam seminggu. Untuk itu, ketika disuruh memakai baju muslim bebas, saya sangat senang sekali, karena tiap ramadhan ada saja baju muslim baru, hehe. Entah beli baru atau hasil jahitan mamaku.

Waktu SMP dan SMA, beda lagi. Saat itu, saya senang sekali ketika bersekolah saat Bulan Ramadhan. Tau kenapa? Karena ada banyak alasan kalau lagi bulan puasa. Misalnya nih, hari ini ada yang lupa mengerjakan PR, biasanya teman-teman langsung memelas kepada bapak atau ibu guru agar tidak marah-marah, karena lagi bulan puasa. Kalau ada jadwal tambahan juga biasanya kami  memohon-mohon sama bapak atau ibu guru, agar kegiatan ditiadakan dan kami dapat pulang cepat. Dan lagi-lagi karena puasa. Hehehe

Sayangnya, sejak kuliah kebiasaan itu tidak lagi ada, bahkan kami tidak bisa seenaknya memelas pada dosen agar jadwal kuliah dipersingkat. Kecuali jam kuliahnya memang sore banget, jadi dosennya kadang mempersingkat waktu kuliah. Meskipun begitu, kesenangan yang didapat selama bulan puasa ketika berada di bangku kuliah tentu berbeda. Bulan puasa bisa jadi ajang reunian, jadi kita bisa kumpul bareng teman-teman yang sudah lama tidak ketemu. Biasanya saya ketemuan dengan teman-teman sepermainanku ketika TPB. Mereka adalah Casa, Ossy, Rima, Barnes, Hanum, Pandu, Tedy. Walaupun dua dari teman TPB ku, sekarang telah sejurusan, tapi frekuensi ketemu kami juga tidak sering.

Selain itu, memasuki bulan puasa, berarti mendekati hari libur, lumayan lah libur dua minggu di sela-sela jenuh dengan rutinitas kuliah. Setelah dua minggu sahur dan berbuka puasa tanpa keluarga, selanjutnya dapat menikmati kegiatan tersebut di rumah. Oh, Indahnya .... :)