Pernah denger kata Pensi kan? Mungkin kalo di Bandung, biasanya dinamakan Bazar. Pensi merupakan singkatan dari Pentas Seni. Sesuai daengan namanya, biasanya dalam Pensi menampilkan band atau pertunjukan kesenian dari sekolah seperti tari, teater, dsb dan dengan diselingi bintang tamu. Bintang tamu ini yang biasanya selalu ditunggu karena akan menarik perhatian pengunjung.
Saya kenal pensi sejak masuk smp. Dimana secara tidak sengaja, saya menjadi panitia pensi di smp saya. Saya masih ingat, saya menjadi sekretaris II dalam kepanitian tersebut. Masih ingat pula, pensi saya hanya terbatas untuk siswa dan alumni. Maklum, acaranya diselenggarakan di sekolah saya sendiri, jadi tidak banyak tempat untuk dibuat skala lebih besar. Dan band pertama yang saya lihat langsung dari dekat adalah Club 80's. Sejak itu, saya penasaran untuk datang ke pensi sesungguhnya.
Ketika masuk sma, saya cukup beruntung, karena sekolah saya termasuk sma yang biasa mengadakan pensi dalam skala besar dan untuk umum. Tentu saja, jumlah penonton dibatasi sesuai dengan tiket yang tersedia. Pensi di sekolah saya, namanya GALA. Untuk pertama kalinya, saya mulai ke GALA ketika kelas 2 sma. Kebetulan saya menjadi panitia di situ. Namun, saya tidak boleh pulang terlalu malam jadi jam 9 saya sudah disuruh pulang. Akhirnya saya mengajak teman untuk pulang lebih dulu.
Kelas 2 sma adalah masa-masa terbandel saya, dimana saya diajakin ke acara pensi di sekolah lain bersama teman-teman smp. Saya dan teman-teman mengikuti acara sampai akhir. Dan ternyata, jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Saya sudah bisa memastikan, saya akan dimarahin waktu pulang. Dugaan itu benar, karena ketika saya sampai rumah pukul 02.30 dini hari dianterin temen saya, saya dimarahi habis-habisan dan mama melarang saya untuk tidak boleh berteman lagi dengan teman-teman smp saya.
Kelas 3 sma, sekolah saya kembali mengadakan acara GALA, dan saya dan teman-teman ingin ikut. Kali ini, saya sudah bilang sama mama untuk menginap di rumah sahabat saya, Suci Herdian. Yah, itu salah satu alasan biar tidak dimarahin waktu pulang ke rumah. Sama seperti tahun sebelumnya, acara selesai pukul 01.00 dini hari. Dan kenekatan yang saya lakukan adalah, naik taksi beramai-ramai pada tengah malam ke rumah sahabat saya itu. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa dan sampai dengan selamat. *Maaf ya mama, anak mama waktu itu bandel banget*
Ketika masuk kuliah, ternyata di kampus saya (ITB) kadang-kadang menampilkan acara sejenis pensi tersebut. Namun perbedaannya dengan pensi-pensi yang saya telah datangin adalah :
- 'Pensi' di ITB bukan merupakan tujuan acara, tapi merupakan acara penutupan dari rangkaian acara.
- 'Pensi' di ITB acaranya gratis. Berbeda dengan pensi waktu sma yang membayar htm sebesar 20-40 ribuan.
- Walaupun acaranya gratis, tetapi acara selalu berlangsung dengan aman dan tidak rusuh. Berbeda dengan beberapa pensi yang pernah saya datangi, yang pernah kejadian pintu masuk jebol lah, sempet rusuh akhirnya polisi turun tangan, dsb.
- Reaksi penonton 'pensi' di ITB tidak norak. Maksudnya adalah walaupun jenis lagunya keras atau cocok buat joget, tapi penonton tetap joget dengan damai, tidak norak, tidak dorong-dorongan, dsb Jadi, saya tidak takut untuk dekat-dekat dengan mereka. Berbeda waktu jaman sma dulu, kalo lagu-lagunya keras, penonton terutama yang cowok-cowok lebih suka mosing-mosing. Dari situ biasanya rusuh, penonton jadi norak, dorong-dorongan. Biasanya saya dan teman-teman langsung menepi atau ke belakang barisan, menjauhi kerumunan orang-orang tersebut.
*Terinspirasi setelah kemarin menoton closing 60th FT dengan band puncak NAIF yang keren banget dan baru pulang pukul 01.00 dini hari*








