"Iya ya?"
(pembicaraan dua orang saat masih tingkat dasar, TPB)
"Tuh liat, yang masih jalan bergerombolan, pasti masih TPB atau tingkat 2 lah"
"Oh ya"
(pembicaraan dua orang yang sudah tingkat atas, saat berjalan melewati CC)
"Si A kemana?"
"Lagi ketemu si B"
"Kalo si C?"
"Biasa lagi macar"
"Si D ga jadi kesini?"
"Nyusul katanya, ada urusan sebentar"
(pembicaraan dua orang yang sedang makan berdua di kantin)
Setiap orang dengan segala problematikanya mempunyai kepentingan dan tujuan hidup yang beragam. Hal ini yang aku rasakan sekarang setelah mendapat predikat Mahasiswa Tingkat 4. Entah kenapa, aku tidak bisa seperti dulu lagi yang 'ikutin' orang. Aku juga punya kepentingan dan tujuan hidup sendiri.
Masih ingat saat di Tingkat 2, aku punya teman bermain yang banyak, ada segerombolan. Kemana-mana selalu barengan, ke kantin, ke kelas, ataupun jalan-jalan. Bahkan pernah janjian baju yang sama waktu kuliah.
*Ih jadi kangen deh*
Ada si Arin yang ceplas-ceplos. Umi yang tegas. Desi yang lucu. Prista yang polos. Junet yang labil. Cae yang sexy. Colin yang Kalem. Kita semua satu jurusan dengan latar belakang berbeda dan orang-orang bahkan pernah menyebut kita GENG GEJE. Emang kita suka geje ya?
Tapi sekarang, kita tidak bisa seperti itu, bersama-sama setiap saat. Wajar sih, di Tingkat 3 dan Tingkat 4 kita sudah diharuskan ambil mata kuliah pilihan. Oke, waktu Tingkat 3 pilihan yang aku ambil mah 'ikut-ikutan' saja, tapi Tingkat 4 pilihan yang aku ambil, murni karena keinginanku sendiri. Begitu pula dengan pemikiran ke tujuh teman ku yang lain.
Dan beginilah sekarang, kita hanya sering ketemu di kelas mata kuliah wajib. Mungkin beberapa ketemu di kelas mata kuliah pilihan. Momen-momen saat Tingkat 2 dulu sudah jarang banget. Mungkin hanya sekali atau dua kali. Keadaan sekarang yang ada paling seperti ini, aku dan Colin ke Tempat A. Arin dan Umi lagi di Tempat B. Desi dan Prista yang lagi ke Tempat C, atau Junet dan Cae yang asik macar. Keadaan tersebut tidak mutlak sih, tapi intinya sekarang paling hanya berdua atau bahkan sendiri.
Memang sudah seperti ini, kita sudah punya 'jalan' sendiri-sendiri. Aku sadar akan hal itu. Meskipun kita tidak bersama-sama lagi, aku yakin sebenernya kita masih saling peduli dan mendukung satu sama lain.
Aku menulis ini hanya,
Aku takut sendiri
No comments:
Post a Comment