Sebulan yang lalu, saya berada di suatu Kota Kecil bernama Limau di Prabumulih, Palembang, Sumatera Selatan untuk melaksanakan Kerja Praktek. Kini, saya berada di depan Laptop sambil mengerjakan revisi draft Laporan Kerja Praktek saya selama di sana yang tidak kelar-kelar. Huhuhu. Lalu, saya jadi kangen dengan . . . .
- Mess Patradharma. Mess yang selalu sepi kalo weekend karena penghuni di Limau pasti pada jalan-jalan ke Palembang yang hanya memerlukan waktu sekitar dua jam. Saya kangen sarapan di sana, dari mulai nasi goreng, nasi uduk, roti, mie goreng, bihun goreng. Menu favorit saya adalah bihun goreng karena rasanya pas di lidah saya sehingga saya biasanya mengambil porsi lebih dari biasanya. Saya kangen dengan kebiasaan saya nonton tv kabel di sana, kamar ber-AC yang sangat dingin (kaya di hotel), tapi tidak dengan air di sana yang sangat kotor sehingga membuat saya alergi kulit :(
- Komplek Pertamina. Komplek perumahan yang didiami dari tingkat bos sampai staff. Dari bentuk bangunan yang masih kayu sampai batu bata. Dari ukuran rumah yang kecil sampai yang besar. Rumah yang besar tentu rumah GM. Hehe. Komplek perumahan yang termasuk sepi dan banyak dilewati mobil jenis light truck.
- Lingkungan Komplek. Saya kangen dengan udara panas dan terik matahari di Limau yang berhasil membuat saya menghitam. Saya kangen melihat langit biru disana yang jarang saya temui di Jakarta. Saya kangen melihat pemandangan hijau di lapangan golf yang saya kunjungi beberapa kali sembari lari sore.
- Kantor Limau. Kantor yang sederhana seperti puskesmas, tapi padat isinya sampai kita mengerjakan laporan di Ruang Kepala HSE sambil internetan. Suasana kantor yang ramai di pagi hari karena mereka biasa rapat dari jam 7 hingga jam 8 atau 9 dan lenggang di siang hari karena mereka pada bertugas ke lapangan. Kantor Limau dengan mushola yang berbentuk seperti panggung yang nyaman buat nongkrong dan tidur siang. Maaf pak, saya tidak pernah datang jam 7. Hehe
- Kantor HSE. Kantor kecil di samping jalan utama, yang suka mati lampu di siang hari karena lagi masak nasi, maklum kita di sana makan dari rantang. Kantor HSE yang kadang ada sinyal kadang tidak.
- Makanan. Saya kangen dengan makanan di Limau yang mayoritas ikan. Pernah juga menu berhari-hari yaitu tempe kering sampai saya bosen. Namun saya tidak pernah bosen dengan mpe-mpe. Walaupun belum semua jenis dan bentuk mpe-mpe saya eksplor tapi saya sudah pernah mencoba jenis yang aneh. Saya kangen dengan katering makanan tiap malam dari Rumah Intan sampai weekend dimana kantin semua tutup dan kami kesulitan mencari makan, kami tetap memesan makanan dari Rumah Intan. Ternyata, anak dari pemilik Rumah Intan adalah teman prista. Cieee, prista. Hihihi.
- Yoyo dan Bobon. Kucing terlantar yang akhirnya saya dan prista pelihara. Mereka adalah kucing kecil hitam dan kurus. Sedihnya, Bobon mati setelah beberapa hari tinggal di mess kami. Entah makanan yang tidak cocok, atau lainnya. Saya sedih, karena saya melihat detik-detik Bobon mau mati dimana hanya duduk lunglai lemas tidak mau makan dan besoknya kami melihat dia tergeletak kaku di depan pintu mess. Akhirnya kami dibantu penjaga mess mengubur Bobon di belakang mess. Yoyo, apa kabarnya ya? Kami menitipkan di mess Pak Duto karena di sana mereka juga memelihara kucing. Namanya Meng dan Ceng. Kami tidak khawatir karena Meng dan Ceng di kasih makanan whiskas dan berharap Yoyo juga dikasih seperti itu. Semoga suatu saat, Yoyo menjadi kucing yang sehat.
- Palembang. Woow, saya kangen melihat besarnya Sungai Musi dengan Jembatan Ampera yang membentang. Saya kangen jalan-jalan ke Palembang Indah Mall dan menonton bioskop 3D. Tidak lupa, jalan-jalan ke Pulau Kemaro, shalat di Masjid terbesar di sana, lihat-lihat museum, bahkan naik angkot di sana.
- Orang-orang di Limau. Hal yang membuat saya nyaman di Prabumulih adalah keramah-tamahan orang-orang di sana, dari orang-orang di mess sampai orang-orang di kantor. Mereka sederhana dan apa adanya.
- Terakhir, Saya kangen dengan Kerja Praktek di PT. Pertamina EP Unit Bisnis Limau. Terimakasih kepada prista, sahabat saya yang mengajak saya berpetualang di sana. Pertama kalinya saya pergi sejauh itu tanpa orang tua. Di luar pulau Jawa pula. Walau jarak dengan pesawat hanya sejam, tapi saya kangen dengan kultur di sana. Kerja Praktek yang tidak begitu disiplin massalah waktu, pakaian (asalkan berkerah) tapi banyak nilai moral yang saya dapatkan : keserdehanaan, keramah-tamahan, kekeluargaan dan kebersamaan. Terimakasih kepada semua pihak atas pembelajarannya, terutama pembimbing KP saya, Pak Leksmana yang terlah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berdiskusi dan menemani kita selama di sana.
@ Mess Patradharma
Bersama Pembimbing kita, Pak Leks
@ Kantor HSE
@ Jembatan Ampera
@ Mushola Kantor
Bersama teman KP, Prista
Bersama Yoyo

hahahahahaha kenapa malah jadi pengen ketawa yaaaaa. iyaaa kangen bangeeeeet, huahuahuaaaaa. tau gak din, beberapa hari yang lalu i even imagined about me having walk @ limau office, just saw how they work (they? nope, just 1 person = you know who). pengen tau kabar yoyo dan boboooon (RIP). tanya pak duto yuk? wall dia diiin. btw i wish we can go back to limau as a grown up person and say thanks once again to them :')
ReplyDeleteHuhuhu, kirain setelah baca ini bakal sedih T.T, tapi makasih ya udah mau baca :p
ReplyDeleteIya, pengen tau kabar Yoyo, tapi kalo di smsin Pak Duto.. hmm mikir 2x deh.. kamu aja yang sms ya? hihi
Amin, semoga suatu saat kita bisa ke sana lagi ya :)